Blog Detail

Artikel

Program Pengembangan SDM Perkebunan di Palu Diikuti 119 Pekebun Morowali

Palu, Sulawesi Tengah - DGL Learning Institute melaksanakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang diikuti oleh 119 peserta asal Kabupaten Morowali. Program...

Palu, Sulawesi Tengah - DGL Learning Institute melaksanakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang diikuti oleh 119 peserta asal Kabupaten Morowali. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan DGL Learning Institute.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di Palu dan turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan sektor perkebunan. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah; Ibu Ayu Amaliah, S.P., M.M., Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah; Bapak Abd. Muttaqin Sonaru, S.P., Kepala Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Morowali; serta Ibu Fatmawati, S.Hut., M.P.W.P., Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu.

Dalam pembukaan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU, turut memberikan sambutan. Kehadiran dan sambutan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan kapasitas pekebun, khususnya dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia perkebunan di Sulawesi Tengah.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Morowali, Bapak Abd. Muttaqin Sonaru, S.P., juga memberikan sambutan dalam kegiatan pembukaan. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Morowali menjadi penting mengingat seluruh peserta dalam program ini berasal dari Morowali dan diharapkan dapat membawa kembali ilmu yang diperoleh untuk diterapkan di kebun masing-masing.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perkebunan, khususnya pekebun kelapa sawit. Melalui program ini, peserta mendapatkan pembelajaran teknis, pemahaman tata kelola kebun, praktik lapangan, serta penguatan kompetensi yang diharapkan dapat diterapkan langsung di kebun masing-masing.

Dalam pelaksanaan di Palu, terdapat beberapa program pelatihan yang diberikan kepada peserta, yaitu Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Panen dan Pasca Panen. Ketiga program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pekebun dalam menghadapi tantangan pengelolaan perkebunan yang semakin menuntut produktivitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini bukan hanya sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas SDM perkebunan Indonesia.

“Bagi kami di DGL Learning Institute, kegiatan ini adalah amanah. Kami hadir langsung di daerah untuk bertemu dengan para pekebun, belajar bersama, dan ikut memperkuat kompetensi SDM perkebunan Indonesia,” ujar Gema.

Menurutnya, masa depan sektor perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, bibit unggul, pupuk, maupun teknologi. Faktor manusia menjadi bagian paling penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan kebun.

“Kebun yang baik lahir dari petani yang paham. Produktivitas yang meningkat lahir dari ilmu yang diterapkan. Dan perkebunan yang berkelanjutan lahir dari sumber daya manusia yang terus mau belajar,” tambahnya.

Pada program ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga mengikuti praktik yang disesuaikan dengan tema pelatihan. Untuk pelatihan ISPO dan Panen Pasca Panen, peserta mendapatkan kesempatan praktik dan kunjungan lapangan ke PT Mamuang, bagian dari Astra Agro Lestari. Sementara itu, peserta pelatihan pemetaan melakukan praktik langsung di sekitar lokasi pelatihan, mulai dari penerbangan drone, pengolahan data, digitasi, hingga menghasilkan peta polygon masing-masing kelompok.

DGL Learning Institute juga memperkuat proses pembelajaran melalui LMS DGL atau Learning Management System. Melalui LMS tersebut, peserta dapat mengakses materi, mengikuti penguatan pembelajaran, serta menjadi bagian dari monitoring pasca pelatihan.

Gema menjelaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada saat acara penutupan. Menurutnya, proses belajar harus terus berlanjut agar ilmu yang diterima peserta benar-benar dapat diterapkan di kebun.

“DGL akan melakukan monitoring pasca pelatihan melalui akun LMS masing-masing peserta. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya untuk melihat bagaimana ilmu yang diterima dapat ditindaklanjuti dan diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, DGL juga mendorong adanya kajian kebun sebagai bagian dari proses pembelajaran lanjutan. Kajian kebun penting dilakukan karena setiap peserta memiliki kondisi kebun yang berbeda, baik dari sisi lahan, tanaman, produktivitas, maupun persoalan teknis yang dihadapi.

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Palu, DGL Learning Institute berharap para peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga membawa pulang ilmu, keterampilan, dan semangat baru untuk memperbaiki pengelolaan kebun.

“Sertifikat bisa disimpan di map, tetapi ilmu akan hidup di kebun. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan membawa perubahan nyata bagi pekebun,” tutup Gema.

Tags: