Blog Detail

Artikel

Perkuat SDM Sawit Bengkulu, BPDP, Ditjenbun, dan DGL Latih 145 Pekebun Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026

Bengkulu, DGL Learning Institute – PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) kembali menggelar Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 di P...

Bengkulu, DGL Learning Institute – PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) kembali menggelar Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu. Program hasil kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI ini melibatkan 145 pekebun dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma. 

Pelatihan terdiri atas Pelatihan Teknis Budi Daya Kelapa Sawit dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Sebanyak 90 peserta dari Bengkulu Selatan mengikuti pelatihan budi daya, sementara 27 peserta dari Bengkulu Utara dan 28 peserta dari Seluma mengikuti pelatihan teknik pemetaan. Kegiatan resmi dibuka pada Senin (10/8/2026) di Grage Hotel Bengkulu. 

Secara keseluruhan, kegiatan terdiri atas lima kelas, yakni tiga kelas Pelatihan Teknis Budi Daya Kelapa Sawit dan dua kelas Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Peserta berasal dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma. 

Acara pembukaan dihadiri Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) M. Gema Aliza Putra, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP, Kepala Bidang Perkebunan Provinsi Bengkulu Bickman, SH., MH, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan Binagransya, S.P., M.M. dan Kepala Bidang Arif Budiman, S.Hut., M.Ling. 

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial, S.P., M.Si., Kepala Bidang Perkebunan Azfit Ariyanto, S.T., serta Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Madeslianto, MS, S.Sos., M.A.P. Hadir pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Lainnya Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., yang diwakili oleh Mula Putera, S.E, M.Sc secara daring, para instruktur DGL Learning Institute, panitia lokal dari masing-masing daerah, serta seluruh peserta pelatihan. 

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute), M. Gema Aliza Putra, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun perkebunan yang maju. 

Menurut Gema, perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, bibit, pupuk, maupun teknologi. “Perkebunan yang maju tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, bibit, pupuk, atau teknologi. Semua itu penting, tetapi yang paling menentukan adalah manusia yang mengelolanya.” 

Ia melanjutkan, kualitas pengelolaan kebun sangat bergantung pada kemampuan orang yang berada di dalamnya. “Kebun yang baik lahir dari pekebun yang paham. Produktivitas yang meningkat lahir dari ilmu yang diterapkan. Dan perkebunan yang berkelanjutan lahir dari SDM yang terus mau belajar.” 

Gema juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada DGL untuk menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, BPDP, dan lembaga pelatihan. 

“Penguatan SDM perkebunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah hadir melalui kebijakan dan pembinaan, BPDP hadir melalui dukungan program, dan DGL Learning Institute hadir untuk memastikan proses pelatihan berjalan dengan baik, berkualitas, aplikatif, dan berdampak bagi peserta.” DGL juga memperkuat proses pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Melalui LMS DGL, peserta tidak hanya belajar selama pelatihan, tetapi dapat terus mengakses materi dan mengikuti penguatan pembelajaran. 

“DGL ingin pelatihan ini tidak berhenti di acara penutupan. Kami ingin ilmu yang diperoleh peserta dapat terus ditindaklanjuti, diterapkan, dan dipantau melalui akun LMS masing-masing peserta.”  

Setelah pelatihan, DGL juga mendorong adanya monitoring pascapelatihan dan kajian kebun. Hal ini dilakukan karena setiap kebun memiliki kondisi yang berbeda, mulai dari umur tanaman, kondisi lahan, produktivitas, pola pemeliharaan, akses jalan, hingga batas kebun. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Madeslianto, MS, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.Khusus Kabupaten Bengkulu Utara, pelatihan diikuti 27 peserta yang berasal dari kelompok pekebun sawit dan beberapa unsur dari Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara.  

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar-dasar pemetaan lahan, peralatan pemetaan lahan, tracking lahan, pengolahan data dan penyajian peta, serta meningkatkan keterampilan dalam pemetaan kebun.”  

Menurut Madeslianto, kemampuan tersebut diharapkan membuat pekebun maupun kelompok tani mampu memahami konsep dasar pemetaan lokasi dan menggambar petak kebun kelapa sawit secara mandiri. 

“Diharapkan petani atau kelompok tani memahami konsep dasar pemetaan lokasi dan mampu menggambar petak kebun kelapa sawit secara mandiri dengan dukungan kelompok dan perangkat desa, penting bagi kita semua untuk berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, saling belajar, berbagi pengalaman, dan bekerja sama.”  

Dari Kabupaten Bengkulu Selatan, sebanyak 90 pekebun mengikuti pelatihan teknis budi daya kelapa sawit. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan dua kabupaten lainnya.  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransya, S.P., M.M.,  mengatakan peningkatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit di daerahnya. 

“Kami berharap kegiatan peningkatan sumber daya manusia ini dapat meningkatkan produksi, khususnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan,” katanya. 

Keikutsertaan 90 pekebun Bengkulu Selatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan teknis dalam pengelolaan kebun, terutama penerapan praktik budi daya yang baik. 

Sementara itu, Kabupaten Seluma mengirimkan 28 peserta untuk mengikuti pelatihan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial, S.P., M.Si., mengatakan pelatihan pemetaan menjadi kesempatan bagi pekebun untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenali dan mendata kondisi kebun secara lebih akurat. 

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pekebun, khususnya dalam memahami kondisi serta pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit. Dengan kemampuan tersebut, pekebun dapat memiliki data kebun yang lebih baik sebagai dasar dalam pengelolaan dan pengembangan perkebunan,” ujarnya. Menurutnya, kemampuan pemetaan juga dapat membantu pekebun dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kebun secara lebih terarah. Data mengenai lokasi, luas, batas, dan kondisi kebun menjadi informasi penting yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan di lapangan. 

Penguatan kemampuan pekebun tersebut menjadi semakin penting karena Provinsi Bengkulu masih menghadapi persoalan kualitas hasil perkebunan kelapa sawit. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP, menyebut luas kebun rakyat kelapa sawit Bengkulu telah mencapai lebih dari 330 ribu hektare, dengan produksi CPO sekitar 1 juta ton per tahun. 

Namun, produksi tersebut masih dibayangi persoalan rendemen. Rata-rata rendemen kelapa sawit Bengkulu masih berada di bawah 20 persen, sementara provinsi tetangga telah mencapai lebih dari 22 persen. 

“Rata-rata rendemen kelapa sawit kita Provinsi Bengkulu ini di bawah 20 persen sementara Provinsi tetangga kita itu sudah lebih dari 22 persen,” kata Sri Herlin. Menurut Sri Herlin, kondisi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga TBS yang diterima pekebun Bengkulu. Karena itu, peningkatan kemampuan pekebun menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki pengelolaan kebun, kualitas hasil, dan produktivitas perkebunan.

Rangkaian pelatihan tersebut pada akhirnya diarahkan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat benar-benar diterapkan setelah kembali ke kebun. 

Melalui LMS, monitoring pascapelatihan, dan kajian kebun, DGL mendorong proses pembelajaran tetap berlanjut setelah kegiatan selesai. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta mengidentifikasi kondisi kebunnya sekaligus menentukan langkah perbaikan yang sesuai. 

Bagi DGL, keberhasilan pelatihan bukan hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir atau selesainya kegiatan sesuai jadwal. Lebih jauh, keberhasilan diukur dari kemampuan peserta membawa ilmu tersebut ke lapangan dan mengubahnya menjadi praktik yang nyata. 

Pada akhirnya, pelatihan bukan sekadar menambah pengetahuan di ruang kelas. Ilmu yang diperoleh harus menemukan tempatnya di kebun, diterapkan dalam setiap proses budi daya, digunakan dalam membaca kondisi lahan, dan menjadi bagian dari langkah pekebun untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas sawit Bengkulu. 

Dengan 145 pekebun yang telah mendapatkan pembekalan dari tiga kabupaten, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat SDM perkebunan sekaligus mendorong pengelolaan kebun rakyat yang semakin produktif, berbasis data, dan berkelanjutan. 

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia. BPDP dibentuk untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan guna mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan nasional. Program BPDP dapat dilihat secara langsung pada www.bpdp.or.id. 

Tentang DGL Learning Institute

PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor perkebunan. Selain menyelenggarakan pelatihan teknis, manajerial, dan sertifikasi, DGL Learning Institute juga merupakan lembaga pelatihan ISPO serta konsultan pendampingan implementasi ISPO bagi perusahaan dan pekebun swadaya. Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, DGL juga mengembangkan Learning Management System (LMS) sebagai platform pembelajaran digital yang dapat diakses peserta sebelum maupun setelah pelatihan. 

Kontak Media Email: pelatihan@dayagunalestari.com | Telp: 0821-2086-7566  dayagunalestari.com 

Tags: