Blog Detail

Artikel

Pelatihan Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit Bekali 94 Pekebun Aceh Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Hasil Panen

Subulussalam, Aceh – DGL Learning Institute menyelenggarakan Pelatihan Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit bagi 94 pekebun yang berasal dari Kota Subulussalam dan wilayah sekitarnya. K...

Subulussalam, Aceh – DGL Learning Institute menyelenggarakan Pelatihan Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit bagi 94 pekebun yang berasal dari Kota Subulussalam dan wilayah sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan DGL Learning Institute.

Pelatihan yang berlangsung ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pekebun dalam menerapkan teknik panen dan pasca panen yang sesuai standar, sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas kebun, menjaga mutu tandan buah segar (TBS), serta mengurangi potensi kehilangan hasil di lapangan.

Kegiatan pembukaan diwakili oleh Bapak Suwandi yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama dalam mendukung kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, pengelolaan panen yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hasil produksi dan kesejahteraan pekebun.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang membahas falsafah dan regulasi panen, organisasi dan sistem panen, persiapan panen, kriteria matang panen, taksasi produksi, teknik memanen yang benar, penanganan hasil panen, pengangkutan dan ketelusuran hasil, hingga integrasi kegiatan pasca panen. Materi disampaikan oleh para narasumber dan instruktur yang memiliki pengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit.

Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mengikuti kegiatan praktik dan kunjungan lapangan yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Pada 10 Juni 2026, seluruh peserta melaksanakan kunjungan lapangan ke area perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Meulaboh, Aceh. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses operasional perkebunan, pelaksanaan panen di lapangan, pengelolaan hasil panen, hingga proses pengolahan tandan buah segar di pabrik kelapa sawit.

Kunjungan lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dengan menghubungkan materi yang diperoleh di dalam kelas dengan praktik nyata di lapangan. Peserta dapat mengamati secara langsung bagaimana standar panen diterapkan, bagaimana kualitas hasil panen dijaga selama proses pengangkutan, serta bagaimana buah sawit diproses hingga menjadi produk akhir di pabrik.

Bapak Suwandi menyampaikan bahwa pembelajaran melalui observasi langsung di kebun dan pabrik memberikan nilai tambah yang sangat penting bagi peserta. Dengan melihat proses secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga mutu hasil panen sejak di kebun hingga ke tahap pengolahan.

“Melalui kunjungan lapangan ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat langsung penerapan praktik terbaik di lapangan. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan kembali di kebun masing-masing sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen,” ujarnya.

Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia perkebunan Indonesia. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan teknis pekebun, diharapkan praktik panen dan pasca panen yang lebih baik dapat diterapkan secara konsisten sehingga mendukung peningkatan daya saing sektor perkebunan kelapa sawit nasional.

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, DGL Learning Institute bersama para mitra berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan pekebun. Dengan kompetensi yang semakin baik, pekebun diharapkan mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung kemajuan perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Tags: